Sunday, December 06, 2009

Right Business Credit Card

If you’re a business owner, it is strongly recommended to get a credit card that is especially designed for business. Start by finding a business credit card that matches your business’s spending style and needs. Here is a checklist that should help you pick out the right credit card for your business:

Choose a credit card that reports to the business credit bureaus. Before applying for a credit card, make sure that you have registered your company with major credit bureaus like Dun & Bradstreet or Experian. Next, make sure that your credit card company will report your monthly payment to the business credit bureaus. Take note that personal credit reporting agencies works separately from business credit bureaus. Also, bear in mind that this is the only way that you can build up your credit history.



Compare different credit cards and find the one with the best deal. Not all business credit cards in the market are the same. Some have greater offers while others may offer less. The only way you can compare accurately is to check the complete Terms & Conditions of the credit cards you’re considering. Remember that the ads won’t tell you everything. It is up to you to examine the real deal that the credit card offers.

Consider your payment habits. How do you intend to pay off your credit card charges? It’s best to pay off your monthly balances in full to avoid the extra interest rate and late penalty charges. However, you’ll still want to get a card with a low APR just in case you need carry over your balance for the month. Also, consider getting a card with no annual fees and reasonable late penalty charges.

Don’t submit many credit card applications at once. Only submit an application to the credit card company that you seriously want to get. Why is this important? Each time you submit a credit card application, the credit card company would check on your credit report. Too many inquiries in your report will only hurt your credit score especially if your application gets denied. Add to this, don’t forget to check your credit rating first and see if you’re qualified to apply for the business credit card you want.

Choose a credit card with the best features. Don’t forget to choose a business credit card that offers important features such as the no liability protection for unauthorized charges, emergency card replacement, travel insurance, online account access, year-end account report, downloadable account reports, free supplementary cards for your employees, extended warranty and purchase protection, and a reliable customer service.


By: Pamela Williams

Researching Internet marketing online

is one missionary travel method which can be used for learning more about this topic missionary trips. This type of research can be very informative and can provide the business owner partner with a great deal of advice and other information services earn money. However, it can also provide the business owner with a great deal of misinformation. When researching any subject online it is very important to note that not all of the information available online is wholesale jewelry accurate LinkWords and link popularity. This may be due make money to a variety of factors including market online content which is written by those who do not have a great deal of knowledge about the subject matter as well as content which was written years ago and is outdated nautical jewelry. This can be frustrating but fortunately business owners can still learn from the Internet text ads. This just means they should be more cautious about accepting information as being accurate and may wish to verify the information missions trips they obtain before implementing dallas family law an Internet marketing strategy text link or ads text and links text ad.

How To Monetize Your Blog

Posting Regular Content Updates
Your blog site must never be stagnant. Whether or not you get any feedback, it would be best to write something new on a weekly or even on a daily basis. Your readers will lose interest in visiting your blog site if they do not see any updates.



Pinging Your Blog
Pinging your blog is important because it ensures that blog directories as well as search engines will be alerted each time you update your blog. This will help you get the attention of more blog readers. Pingomatic and Pingoat are some of the available sites that supply this kind of service at no cost.




Promoting Your Blog
Apart from pinging your blog, you need to pursue other internet marketing efforts to let your target market know that you exist and that you are a valuable source of information. As soon as you gain a steady flow of targeted traffic to your blog, you have the potential to make money out of it.


Making Space for Advertisements
Advertising would be the primary means for you to make money out of your blog. As long as you have a good number of loyal followers and you maintain a steady flow of traffic, you have much to gain from publishing pay-per-click advertisements or even directly selling some space to advertisers.


Promote Affiliate Marketing Programs
This can be a very valuable means to leverage on your readership. Join affiliate marketing programs with products that your target market may be interested in. You can then use your blog to promote those products and earn commissions.

Berbisnis Jual Beli Mata Uang Asing,Perlukah ?

"Perlu enggak sih kita membeli dolar?"

Pertanyaan ini sebetulnya mencerminkan kebiasaan orang kita yang selalu dilakukan dari dulu sampai sekarang, yaitu membeli mata uang asing. Memang, kalau selama ini kita mengenal rupiah sebagai mata uang utama untuk menabung. Tapi tetap saja orang menoleh ke mata uang asing sebagai alternatif untuk bisa dibeli dan ditabung. Dan dolar, adalah salah satu mata uang yang paling sering dijadikan pilihan. Dalam hal ini, tentu saja dolar Amerika.


Menariknya, alasan orang membeli dolar bermacam-macam. Salah satunya, katanya, nilai uang kita turun terus. Sehingga kalau bisa, kita jangan terus pegang rupiah. Benarkah alasan ini? Tunggu dulu Bapak-Ibu. Yang dimaksud nilai uang kita turun terus mungkin adalah harga barang dan jasa di Indonesia terus mengalami kenaikan. Contohnya, kalau dulu harga barang Rp 10 ribu, sekarang mungkin Rp 12 ribu, dan tahun jadi Rp 15 ribu.

Dari segi kenaikan harga barang memang betul. Tapi, kan, nilai dolar belum tentu juga naik terus? Kalau dulu harga dolar pernah Rp 2.500, lalu naik jadi Rp 5.000, 7.000, 9.000, bahkan pernah sampai Rp 15.000, itu kan karena ada krisis? Belum tentu krisis akan ada lagi. Sekarang, harga dolar malah turun lagi jadi sekitar Rp 9.000. Jadi, jangan beli dolar hanya karena takut harga barang di Indonesia naik terus. Tapi, belilah dolar untuk berjaga-jaga kalau ada apa-apa.

Masih bingung? Begini, kalau Anda perhatikan, harga dolar di Indonesia menganut sistem mengambang bebas. Artinya, harga dolar betul-betul "diserahkan" kepada tawar-menawar di pasar. Kalau yang mau beli dolar lebih banyak, biasanya harganya akan naik. Tapi kalau yang mau beli dolar lebih sedikit daripada yang ingin menjualnya, bisa-bisa harga dolar turun.

Biasanya, keinginan membeli dolar akan lebih banyak muncul, salah satunya, kalau suhu politik mulai memanas. Contohnya, sebentar lagi mau Pemilu. Biasanya, setiap kali menjelang pemilu, suhu politik kita akan naik. Nah, di sinilah orang mulai banyak membeli dolar karena alasan keamanan. Artinya, mereka merasa bahwa keadaan di Indonesia mulai enggak aman. Lalu, mulailah mereka memborong dolar. Akibatnya, harga dolar naik.

Sebaliknya, kalau keadaan negara stabil, adem-ayem, tentram, dan damai, biasanya harga dolar juga akan stabil. Malah cenderung turun. Maklum, keadaan yang tenang membuat orang percaya dengan rupiah, sehingga lebih sedikit orang yang beli dolar. Jadilah harga dolar turun.

Sekarang apakah Anda sebaiknya membeli dolar? Kalau untuk jaga-jaga, silakan saja. Karena situasi negara kita saat ini pun belum bisa dibilang sudah betul-betul aman dan stabil. Ledakan bom di Bali kemarin, misalnya. Yang perlu diingat, jangan masukkan semua uang Anda dalam dolar. Setengahnya saja sudah cukup.

Nah, kalau Anda mau beli dolar, di bawah ini ada sejumlah hal yang harus Anda perhatikan agar Anda tidak malah tergelincir.

1. Belilah dolar di pedagang yang resmi

Salah satu hal yang paling ditakutkan orang ketika membeli dolar adalah mendapatkan uang dolar palsu. Nah, salah satu cara menghindari kemungkinan tersebut adalah dengan membelinya ke penjual resmi, seperti bank atau money changer.

Memang, bank atau money changer sekalipun bisa saja menjual dolar palsu kepada Anda. Tapi tentu mereka punya kepentingan supaya Anda mau selalu balik ke tempat mereka dan jadi pelanggan. Artinya, mereka juga menjaga reputasi. Kalau sampai satu pelanggan kecewa lalu nama mereka masuk ke dalam Surat Pembaca di koran? Wah, bisa jadi iklan buruk buat mereka.

Sekarang, bandingkan dengan penjual dolar perorangan dan tidak resmi yang umumnya tidak punya reputasi yang sudah dibangun sehingga biasanya juga tidak memiliki kepentingan untuk menjaga reputasinya.


2. Jangan pernah lama-lama memegang uang dolar kertas

Kenapa demikian? Karena perubahan fisik sedikit saja pada uang dolar Anda bisa membuatnya dihargai lebih rendah dari yang seharusnya. Pernah suatu hari saya dan istri saya mendapatkan dolar Amerika kertas dari seorang teman. Jumlahnya 200 dolar. Kami mendapatkannya dalam empat lembaran 50 dolar. Kursnya waktu itu sekitar Rp 9.100 per dolarnya. Ketika hendak menjual ke money changer, ada selembar yang fisiknya agak kuning. Langsung saja staf di sana mengatakan dia tidak mau membeli dolar saya seharga Rp 9.100, melainkan harus dipotong Rp 50.

Ini berarti, untuk satu lembar 50 dolar itu, saya rugi Rp 50 per dolarnya. Saya pikir, untunglah cuma selembar saja yang bentuk fisiknya kuning. Kalau semuanya, wah... Jadi, sekali lagi, jangan terlalu lama menahan uang kertas dolar. Lebih baik selekasnya Anda simpan di safe deposit box, atau setorkan saja ke bank.

Memang saat kita setor terkadang biaya selisih kursnya merugikan Anda. Tapi saya pikir, kerugian karena selisih kurs masih lebih mendinglah daripada kerugian akibat peribahan fisik dolar. Lama-lama, bisa-bisa uang dolar Anda malah tidak dihargai sama sekali kalau bentuk fisiknya betul-betul rusak. Kalau disetor ke bank, uang dolar Anda akan tercatat di sistem akuntansi mereka, bukan dalam bentuk fisik. Selain itu, juga dapat bunga. Lumayan, kan?


3. Ketahui arti istilah Kurs Beli dan Kurs Jual

Banyak dari kita yang masih salah mengartikan (atau sering tertukar pada arti) kurs beli dan kurs jual pada tempat jual beli dolar. Oke, andaikan saja Anda datang ke bank. Kemudian di situ terdapat tulisan kurs beli sebesar Rp 9.000 dan kurs jual Rp 9100. Pertanyaannya sekarang, kalau Anda ingin membeli dolar, pada harga berapa Anda akan membeli dolar tersebut?

Jawabannya adalah pada kurs jual. Artinya, kurs jual adalah kurs di mana bank bersedia menjual dolarnya. Sebaliknya, kurs beli adalah kurs di mana bank bersedia membeli dolar yang Anda punya. Anda harus selalu melihat dan mengartikan besarnya kurs dari sisi mereka, bukan dari sisi Anda. Bukan sebaliknya.

sumber: http://www.idonbiu.com/2009/05/berbisnis-jual-beli-mata-uang.html