Menurut Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Aman Wirakartakusumah,MSc., dalam bidang pertanian dibutuhkan sistem informasi yang mendukung terciptanya precision farming dan prescriptive farming. Precision farming akan memberikan informasi kepada petani tentang apa, di mana dan kapan usaha tani tertentu dapat dilakukan dengan tepat (level mikro). Sedangkan prescriptive farming akan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi umum usaha tani yang terbaik (level makro). Dengan adanya sistem informasi tersebut, produksi dan produktivitas usaha tani akan meningkat secara berkesinambungan.
Sementara itu dalam bidang pengadaan pangan, sistem informasi dapat membantu dalam menyusun kebijakan atau langkah-langkah operasional untuk mengatasi berbagai masalah, seperti ketidak-seimbangan distribusi pangan antara wilayah dan antar golongan masyarakat; ketidak-seimbangan pola konsumsi beras dan non-beras; serta mengetahui sedini mungkin perubahan sosial-ekonomi ; atau pergeseran pola konsumsi pangan masyarakat.
Jadi, itulah panggilan bagi para pengusaha komputer. Kini bukan lagi menelusuri lorong-lorong gedung perbankan atau properti yang sudah ambruk, melainkan menelusuri pematang-pematang sawah. Berbaur bersama dengan petani di sawah, dengan kerbau yang sedang membajak sawah.
Departemen Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil Menengah juga tengah memikirkan langkah-langkah untuk mendistribusikan informasi bisnis sampai ke koperasi-koperasi di tingkat kecamatan. Dengan semakin meluasnya jaringan Internet sampai ke tingkat kabupaten oleh Wasantaranet, menjadi semakin mudah bagi koperasi untuk mengkoneksi ke Internet, dan terjun ke kancah bisnis global.
Sumber:

